Tumbuh Kembang Anak Secara Emosi Sosial dan Moral

Tumbuh Kembang Anak Secara Emosi Sosial dan Moral - Setelah memiliki anak setiap orangtua harus bisa merangkap sebagai ahli psikologi. Meskipun tak tahu sama sekali mengenai psikologi maka alangkah lebih baiknya untuk bisa mempelajari atau sekedar membaca buku - buku mengenai psikologi. Sebab berhubungan dengan anak, berarti berhubungan dengan jiwa mereka. Semakin tahu sifat - sifat, fikiran atau perasaan anak pada tingkat umur yang berbeda, semakin dapat memahami dan mengarahkan mereka ke arah yang positif.


Tumbuh Kembang Anak Secara Emosi Sosial dan Moral

Perkembangan emosi pada anak baru mulai dapat dibedakan setelah anak berumur 10 bulan. Ungkapan emosi tersebut adalah berupa rasa takut, marah atau senang. Setelah usia terus bertambah, maka dorongan dan rangsangan dari dalam hati akan mulai terwujud menjadi realitas. Tak hanya konflik saja yang akan timbul, tetapi juga rasa cemas dan rasa tidak aman. Pada masa - masa ini emosi anak akan penuh konflik, cemas, kesepian dan menjadi agresif.

Pada usia 2 atau 3 tahun, anak akan mulai menampakkan sifat agresif. Seperti ingin melakukan sesuatu dengan caranya tersendiri. Sifat agresif ini bisa menyebabkan frustasi bila tidak terarahkan. Maka di sini peran orang tua adalah membantu mengarahkan anak. Bisa dengan mengajarkan untuk empati, menyelesaikan masalah dengan baik, dan sebagainya.

Perkembangan Sosial Anak
Hubungan sosial anak sudah dapat kelihatan dengan jelas sejak ia belum bersekolah, misalnya dengan bermain bersama - sama. Umur 2 tahun, anak mulai bermain sendiri. Umur 3 tahun anak mulai mau berbagi dan bermain bersama teman. Dan di umur 3 hingga 4 tahun anak mulai menirukan tingkah laku temannya. Namun di usia ini anak masih memiliki sifat egosentris yang kurang memperhatikan perasaan orang lain.

Setelah berumur 5-8 tahun anak akan mulai bermain bersama dan membuat kelompok. Kelompok ini dibuat berdasarkan kesamaan tujuan, kesetiakawanan dan keakraban. Di usia 9-10 tahun anak akan mulai memilih partner bermain. Dan tahapan ini merupakan titik awal di mana anak dapat berteman dengan lawan jenis kelak setelah menjadi remaja.

Tumbuh Kembang Anak Secara Emosi Sosial dan Moral

Perkembangan Moral Anak
Untuk perkembangan moral anak sendiri ada beberapa teori, di sini darepontianak memilih teori menurut Piaget. Berdasarkan Piaget, teori perkembangan moral seseorang ada 3 tahapan.

Pertama adalah moral keterikatan. Tahapan ini berlangsung pada umur 7-8 tahun. Anak akan patuh begitu saja pada orang tua. Anak akan berfikir jika mereka melakukan suatu kesalahan maka pasti akan mendapat hukuman dari orangtua. Anak memikirkan konsekuensi saja, bukan tujuan ataupun motivasi.

Selanjutnya di umur 8-10 tahun anak menginjak tingkat pertengahan. Namun masih sama di sini anak masih patuh begitu saja. Atau pura - pura patuh hanya agar tak dihukum.

Dan tingkat paling akhir adalah ketika anak telah berumur 12 tahun. Di tahapan ini, anak mulai dapat menilai maksud dari suatu perbuatan. Anak juga sudah mulai dapat menentukan baik dan buruk berdasarkan fikirannya sendiri.

Yah, begitulah kira - kira yang darepontianak dapat sampaikan. Jika membahas tumbuh kembang anak ini sebenarnya akan butuh waktu banyak dan beribu - ribu kata. Tapi kesimpulannya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak itu sangatlah penting.

Sebagai orang tua haruslah aktif dan terus belajar. Tak hanya membaca buku, tapi juga berkonsultasi dengan guru dan teman dekat anak. Kemudian berdiskusi atau memberikan tekanan dan motivasi agar membantu anak berkembang ke tingkat yang lebih baik.


Mardhiyah Harahap

I am simple and easy going. Coffee lovers. Foodie. Love to travel, read, write, take picture and trying something new. Especially things that boost my adrenaline. Welcome to my world. Hope there is something useful for you :)

No comments:

Post a Comment

Komenlah dengan baik ya :) Jangan yang menyinggung SARA ataupun menggunakan kata - kata yang tidak pantas. Terimakasih :)

IG @darepontianak