Viral! 63 Ton Daging Babi yang Disulap Menjadi Daging Sapi Laris Terjual di Bandung

Viral! 63 Ton Daging Babi yang Disulap Menjadi Daging Sapi Laris Terjual di Bandung

Hai kamu yang lagi baca :)

Akhir - akhir ini lagi viral kasus kalau sebanyak 63 ton daging babi disulap menjadi daging sapi. Bahkan daging tersebut laris manis di pasaran. Parahnya lagi daging babi sejumlah 63 ton tersebut merupakan akumulasi selama setahun mereka berjualan di Kota Bandung.

Ada 4 orang pelaku yang bersekongkol dalam menjual daging babi tersebut. Mereka menggunakan boraks agar warna daging babi yang pucat bisa menjadi merah menyerupai daging sapi. Yang kemudian dijual dengan harga di bawah pasaran. Tak heran jika daging sapi jadi - jadian tersebut sangat laris. Mereka bisa menjual sebanyak 600kg per minggu sehingga mampu meraup keuntungan sebesar 30 juta per bulannya.

Kalau sudah begini siapa yang dirugikan? Tentunya konsumen. Malah kerugiannya berlipat ganda. Pertama, mereka ditipu karena daging tersebut bukanlah daging sapi seperti yang mereka kira. Jika seorang muslim yang membeli maka tanpa sadar mereka telah memakan daging haram. Kedua, baik non muslim maupun muslim sama - sama dibahayakan oleh efek dari boraks yang digunakan dalam menyulap daging tersebut.

Memang ada undang - undang yang melindungi konsumen namun apalah arti undang - undang jika tiada temuan kasus, atau tiada yang menyadari dan melaporkan. Maka konsumen haruslah juga lebih berhati - hati sebelum membeli.

Dan mengenai hal tersebut harusnya pemerintah juga membuat kebijakan baru agar hal - hal seperti daging oplosan ini tak terulang kembali. Bisa dengan mengeluarkan peraturan baru atau langkah - langkah preventif lainnya. Seperti mengenai penjualan daging maka penjual haruslah transparansi dalam berdagang. Contohnya ayam, maka haruslah terpampang jelas. Saat pembeli datang maka barulah ditimbang, disembelih, lalu dibersihkan dan dipotong - potong sesuai keinginan pembeli. Jikapun harus menjual telah dibersihkan, maka ayam tersebut haruslah masih utuh agar tidak ada kesempatan sama sekali untuk dioplos oleh penjual. Dengan catatan ayam haruslah fresh dan benar - benar ayam yang mati karena disembelih bukan karena penyebab lainnya seperti sakit dll.

Lalu apa langkah yang bisa diambil untuk daging seperti sapi? Pemerintah bisa membuat aturan seperti adanya regulasi khusus. Daging sapi yang telah dipotong - potong dan dikemas untuk dijual di supermarket - supermarket atau pasar haruslah yang sudah memiliki izin dan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Dan tentunya harus ada pengecekan secara berkala agar tidak kecolongan oknum pengakal seperti ini lagi.

Selanjutnya tentunya himbauan dan edukasi kepada masyarakat. Seperti informasi mengenai perbedaan daging sapi dan daging babi. 

Untuk konsumen sendiri, kita haruslah lebih teliti dan waspada. Terutama jika suatu barang dijual dengan harga yang dibawah pasaran. Jangan terburu - buru tergoda untuk membeli, selidiki dan cermati dulu barang tersebut. Daripada hanya karena selisih 10 ribu rupiah kita celaka kan?

Semoga ke depannya tidak ada kasus daging oplosan dan kasus serupa lainnya. Dan semoga kita terhindar dari menjadi korban.

darepontianak

No comments:

Post a Comment

Komenlah dengan baik ya :) Jangan yang menyinggung SARA ataupun menggunakan kata - kata yang tidak pantas. Terimakasih :)

IG @darepontianak