New Normal Serta Perbedaan Antara Rapid Test dan PCR Swab Test

New Normal Serta Perbedaan Antara Rapid Test dan PCR Swab Test

Hai kamu yang lagi baca :)

Apa kabar di New Normal? Sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa kan? Darepontianak masih stuck di India, belum bisa pulang karena belum ada penerbangan internasional. Di sini masih lockdown walau sudah bukan total lockdown lagi. Tapi tetap saja, belum semua toko buka. Polisi juga masih ketat dan sigap terus berjaga sekaligus memeriksa di jalanan.

Di Indonesia darepontianak dengar dari berita dan updatean teman - teman sih sudah jadi new normal. Mall dan pusat perbelanjaan sudah buka. Cafe, restoran, hotel dan toko - toko bahkan tetap buka dari masa masih lockdown walaupun hanya take away.

Apa itu new normal? Apa saja yang harus dilakukan di new normal?

Btw, sudah tau belum apa itu new normal? New normal bukanlah hidup kembali normal melainkan cara hidup baru dalam pandemi corona. Apa saja protokol kesehatan yang harus dilakukan dalam new normal?

1. Tetap menjaga jarak. Minimum 1 meter. Ini berlaku di mana saja. Seperti dalam kendaraan penumpang, tempat duduk di ruang tunggu, ataupun saat mengantri.

2. Menggunakan masker. Ke mana saja, ngapain saja harus selalu pakai masker. Karena masker ini penting banget untuk mencegah droplet virus untuk bertebaran kemana - mana ataupun termasuk ke pernafasan kita.

3. Selalu sedia hand sanitizer ataupun cairan disinfektan di dalam tas. Lengkapi dengan tissue kering maupun tissue basah. Jadi bisa selalu membersihkan tangan sehabis memegang sesuatu ataupun sebelum melakukan aktivitas penting seperti makan.

4. Cuci tangan pakai sabun. Kalau bisa bawa sendiri sabunnya. Mana tau singgah ke tempat yang sabunnya lagi habis. Lagipula jika bawa sabun sendiri seenggaknya lebih terjamin kehigienitasannya.

5. Makan makanan 4 sehat 5 sempurna. Tentunya harus makan makanan yang sehat dan penuh gizi. Agar imunitas tubuh juga lebih terjaga. Minum vitamin setiap hari kalau perlu, seperti vitamin C. Bahkan jika bisa bawa peralatan makan dan minum sendiri, seperti tumblr, tempat makan, sedotan, dll.

Di new normal ini juga kita sudah bisa bepergian. Seperti ke kota ataupun daerah lain. Untuk penerbangan internasional masih banyak yang dibatasi. Nah, dalam bepergian di new normal ini sendiri juga ada protokol kesehatan yang harus dipatuhi. 

Aturan protokol kesehatan ini disesuaikan menurut Surat Edaran Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 7 Tahun 2020. Surat edaran ini berisikan tentang kriteria dan persyaratan perjalanan orang dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman covid-19. Peraturan ini akan disesuaikan dengan maskapai ataupun perusahaan transportasi yang akan digunakan.

Tapi seluruh perusahaan akan meminta surat kesehatan bebas dari covid-19 atau surat yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak reaktif alias negatif covid-19.

New Normal Serta Perbedaan Antara Rapid Test dan PCR Swab Test

Jenis tes yang bisa diambil dan masa berlakunya

Untuk mendapatkan surat kesehatan ini ada beberapa tes yang bisa diambil

1. Rapid Test. Berlaku selama 3 hari.

2. PCR Swab Test. Berlaku selama 7 hari.

3. Surat keterangan bebas influensa dari puskesmas ataupun rumah sakit terdekat. Ini adalah pilihan terakhir jika di daerah asal tidak terdapat ke 2 metode tes di atas.

Tapi sebelum pergi untuk melakukan tes, cek dulu persyaratan tempat tujuan anda. Karena ada tempat yang tidak menerima rapid test.

Apa saja perbedaan antara Rapid Test dan PCR Swab Test?

1. Jenis sampel. Rapid test menggunakan sampel darah. Sedangkan PCR Swab Test menggunakan sampel lendir yang diambil dari hidung ataupun tenggorokan.

2. Lama waktu tes. Hasil rapid test akan bisa didapat hanya dalam waktu 10-15 menit saja. Sedangkan PCR Swab Test bisa memakan waktu berjam - jam bahkan berhari - hari. Tergantung dari banyaknya sampel yang ada di laboratorium.

3. Cara kerja. Rapid test akan memeriksa jumlah kandungan IgG dan IgM di dalam darah. Orang yang terinfeksi virus, kandungan IgG dan IgMnya akan bertambah. Namun rapid test hanya menunjukkan bahwa seseorang tersebut positif terinfeksi virus dan belum tentu Covid-19. Nah, jika orang tersebut reaktif di rapid test, maka selanjutnya orang tersebut harus melakukan PCR Swab Test agar pasti apakah ia positif covid-19 atau hanya virus lain. PCR Swab Test lebih valid karena menggunakan sampel lendir di hidung atau tenggorokan, yang mana virus corona menempel di situ saat memasuki tubuh.

4. Biaya. Rapid test memakan biaya 150-200ribu rupiah. Sedangkan PCR Swab Test memakan biaya 1 hingga 2,5juta rupiah.

Rekomendasi tempat untuk melakukan tes

Untuk tempat - tempat yang menyediakan test ini seperti PCR TEST kalian bisa langsung klik saja ya di tulisan PCR yang sudah darepontianak bold itu. Begitu diklik akan langsung terarah ke halaman list mengenai test - test tersebut di Halodoc. Karena di situ lengkap semua, tempat, alamat, paket bahkan harganya juga ada.

Oh iya, sudah tahu Halodoc kan? Aplikasi di mana kita bisa tanya - tanya ke dokter melalui chat layaknya konsultasi online, beli obat, cek lab, bahkan kunjungan rumah sakit lho. Fiturnya yang lengkap sangat membantu.

Darepontianak sendiri sudah beberapa kali menggunakan halodoc. Konsul online ke dokter spesialis bedah mulut, spesialis kulit, dan dokter umum. Darepontianak waktu itu sangat beruntung karena dapat konsul secara gratis. Kalaupun bayar biayanya tidak mahal kok, sangat terjangkau. Dan tentunya konsul online seperti ini sangat membantu di masa pandemi ini. Sehingga mengurangi resiko untuk terpapar virus.

Semoga bermanfaat :)

darepontianak

No comments:

Post a Comment

Komenlah dengan baik ya :) Jangan yang menyinggung SARA ataupun menggunakan kata - kata yang tidak pantas. Terimakasih :)

IG @darepontianak